Blackboard~Jidai to Tatakatta Kyoshi-tachi~

あなたの心の中に、忘れられない先生はいますか。”Di dalam hatimu, apakah ada guru yang tidak bisa kamu lupakan?”

Blackboard adalah sebuah dorama 3 episode  yang mengisahkan tentang guru dari berbagai zaman dan perjuangan mereka

First Night : “Mirai” (Future)

Blackboard 4

Shirahama Shohei (Sakurai Sho) adalahh seorang guru SMP yang selalu mengajrkan kepada murid-muridnya untuk untuk menilai bahwa “Jepang tidak akan mempunyai masa depan juka tidak memenagkan perang”, lalu menuliskan kata “Mirai” (future) di papan tulis. Oleh karena itu banyak anak yang percaya padanya rela menjadi sukarelawan perang, atau yang keluarganya ikut turun ke medan perang.

Tahun 1947, Shohei baru saja kembali selepas menjadi sukarelawan perang. Ia memutuskan untuk mengadakan reuni kelasnya tersebut. Betapa kagetnya ia ketika mendapatkan tidak banyak anak yang datang ke reuni yang telah dia buat tersebut. Beberapa di antara mereka ternyata benar-benar terjun ke medan perang dan meninggal. Ada juga yang masih shock karena kehilangan keluarga. Ada juga yang terluka dan membuat badannya tidak sehat seperti dahulu.  Mereka seperti tidak memiliki masa depan, padahal Shohei dulu sangat percaya diri tentang masa depan Jepang.

Akhirnya Shohei yang kehilangan sebelah tangannya saat perang memutuskan untuk kembali mengajar, waaupun perasaannya masih campur aduk setelah bertemu dangan murid-muridnya. Bagaimanakah perjuangan Shohei selanjutnya? Nilai-nilai seperti apa lagikah yang akan diajarkan oleh Shohei?

Second Night : “Ikiro” (Live)

Blackboard 3

Musim gugur tahun 1980, Goto Akira (Sato Koichi)  yang adalah murid dari Shirahama Shohei memutuskan untuk kembali ke almamaternya sebagai seorang guru. Sayangnya, saat itu SMPnya sedang dirundung masalah kekerasan. Adalah seorang murid perempuan kelas 3, Furusawa Yukari (Shida Mirai)  yang mempunyai geng perusak sekolah. Tak jarang mereka merusak fasilitas-fasilitas sekolah seperti toilet, ruang kelas, bahkan pohon-pohon di halaman. Sayangnya pihak sekolah tidak ingin melaporkan hal tersebut pada polisi karena takut nama sekolah mereka semakin tercoreng.

Goto adalah satu-satunya gutu yang berani menghadapi Yukari yang saat itu merusak papan tulis sekolah dengan menuliskan “Shine” (matilah) dengan pilox. Karena tidak mau menghapus tulisan tersebut, Goto terpaksa memaksa Yukari dengan kekerasan. Goto tidak menyerah dalam mengajak Yukari dan teman-temannya untuk kembali ke kelas. Goto malah terkenal sebagai guru yang suka melakukan kekerasan dan terancam dikeluarkan dari sekolah. Apalagi setelah anak Goto melakukan kekerasan terhadap oknum polisi.

Ternyata Yukari sebenarnya telah perlahan-lahan kembali ke kelas. Tetapi apa yang dia dapatkan? Guru yang telah berjuang untuknya ternyata tidak lagi mengajar di sekolah tersebut. Yukari sempat memutuskan untuk mati karena merasa ia sudah tidak ada lagi gunanya di dunia ini. Bagaimanakah sikap Goto menghadapi Yukari untuk membuat Yukari tetap hidup dan memulai hari-harinya yang baru?

Third Night : “Yume” (Dream)

blackboard3

2011. Takizawa Momoko (Matsushita Nao) adalah seorang wanita yang bercita-cita menjadi guru sejak kecil. Saat ini mimpinya telah tercapai, yaitu menjadi guru bahasa inggris di sebuah SMP. Tapi apa yang ia dapatkan? Kelas tempat ia mengajar ternyata tidak pernah mendengerkan apapun yang ia ajarkan. Apalagi setelah kedatangan murid bernama Oomiya Masaki (Kamiki Ryunosuke), kelas semakin menjadi. Oomiya selalu saja mengaatakan “tidak mengerti” kepada setiap apapun yang dikatakan Momoko, yang kemudian diikuti oleh beberapa anak lain. 

Ke-stress-an Momoko semakin menjadi pada saat ia mengajarkan tentang “My Dream”. Momoko meminta anak-anak menuliskan karangan tentang mimpi-mimpi mereka untuk dibacakan di depan kelas. Tetapi apa yang didapat? Anak-anak sibuk sendiri dengan pekerjaan mereka. Oomiya seperti biasa, mengatakan “Tidak mengerti” dan “Tidak tahu”.

Akhirnya Momoko memutuskan untuk mencari sebab Oomiya selalu tidak mengerti. Ternyata ia memang memiliki kesulitan untuk membaca kanji dan menghitung sejak dulu. Terlebih karena ia tidak dirawat dengan baik oleh ibunya. Saat itu, Momoko untuk menbimbing Oomiya di luar jam sekolah. Ia kemudian memeluk Oomiya sebagai ganti kasih sayang ibunya. Ternyata saat itu ada murid lain yang melihat dan mengambil foto mereka yang sedang berpelukan.

Bagaimanakah nasib Momoko sebagai guru?Apakah dengan ini ia tidak akan bisa lagi membimbing murid-muridnya menuju mimpi-mimpi mereka?

———

Tiga cerita di atas adalah cerita-cerita tengang perjuangan guru di berbagai era dalam menghadapi permasalahan di sekolah. Mereka kerap mendapat masalah dan karena murid dan tak jarang ada yang sampai terancam dikeluarkan dari sekolah. Tetapi hal-hal yang dilakukan guru-guru di atas adalah sebagai wujud rasa sayang mereka kepada murid. Seperti halnya tidak ada “mantan orang tua”, tidak ada pula “mantan guru”. Karena mereka adalah orang-orang yang telah mengajar, memberi tahu, dan menuntun anak-anak untuk mewujudkan mimpi-mimpi mereka setelah orang tua tentunya. Selamanya mereka adalah guru.

Jadi, apakah kalian mempunyai seorang guru yang tidak bisa kalian lupakan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s